Posted by Rizal Dalil

ProfilQyu

Assalamu'alaikum Wr.Wb. Kata orang, tak kenal maka tak sayang.... Kenalan yuk?

ProfilQyu
Posted by Rizal Dalil

Model Pembelajaran "ISLAMI+XL"

Belajar dan Mengajar PAI Menjadi Lebih Efektif dan Bermakna. Berdasarkan Teori-teori Pendidikan dan Pengalaman Mengajar PAI di SMPN 1 Kota Bogor

ISLAMI XL
Posted by Rizal Dalil

DVD Multimedia PAI SMP

DVD ini merupakan kemudahan dari ALLAH SWT sebagai inovasi pembelajaran PAI-SMP yang cukup menarik, karena ditambah film-film dan nasyid/sound effect yang menarik....

Si Pitung
Posted by Rizal Dalil

SI PITUNG

Sehari bersama DKM Al-Hadi, Penelusuran Indigo dan Tenaga Dalam untuk Anak Spensa Bogor

Si Pitung

"Assalamu'alaikum Wr. Wb." Selamat Datang, di Blog Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Negeri 1 Kota Bogor. Created By: Rizal Dalil (Abu Abdillah)

Sabtu, 01 Maret 2014

UTS PAI SMP Semester 2 Tahun 2014

بسم الله الرحمن الرحيم

Hai AnaQyu, sudah siap mengikuti UTS PAI SMP Semester 2 Tahun Pelajaran 2013-2014? Ista'iiduu!.... OK deh, bagus... ya, jawabannya: SIAP!....
Nah, biar ana2Qyu menjadi lebih siap silakan baca kisi-kisi dan download file materi dan contoh soal UTS PAI berhuruf Sunda, Ups.... Sorry, maksudnya berhuruf Jawi tea di bawah ini, OK!
    Kisi-kisi UTS PAI SMP Kelas 7, Semester 2:
    a. Bab I, "Ikhlah, Sabar, dan Pemaaf"
        1) Hukum Nun Mati dan Tanwin
        2) Arti QS. An-Nisa [4]: 146, QS. Al-Baqarah [2]: 153,
            dan QS. QS. Ali Imran [3]: 134
        3) Makna/kandungan QS. An-Nisa [4]: 146, QS. Al-Baqarah [2]: 153,
            dan QS. QS. Ali Imran [3]: 134
    b. Bab II, "Iman kepada Malaikat"
        1) Pengertian Iman kepada Malaikat
        2) Dalil naqli tentang Iman kepada Malaikat
        3) Nama dan Tugas para Malaikat
        4) Sifat-sifat Malaikat
        5) Perbedaan Malaikat dengan makhluk lain
        6) Bentuk Pengamalan Iman kepada Malaikat

 
    Kisi-kisi UTS PAI SMP Kelas 8, Semester 2:
    a. Bab I, "Hukum Mad dan Waqaf"
        1) Hukum Mad Thobi'i dan Mad Far'i
            (Cabang: Mad Wajib Muttashil, Arid Lissukun, dll)
        2) Tanda-tanda Waqaf
    b. Bab II, "Iman kepada Nabi dan Rasul Allah"
        1) Pengertian kepada Nabi dan Rasul Allah
        2) Nama Nabi dan Rasul Allah, beserta mukjizatnya
        3) Sifat-sifat Nabi dan Rasul Allah
        4) Bentuk Pengamalan Iman Nabi dan Rasul Allah
    c. Bab III, "Adab Makan dan Minum"
        1) Adab Makan dan Minum Islami sesuai Sunnah Rasulullah
        2) Do'a-do'a yang berkaitan dengan Adab Makan dan Minum

Readmore.....

Jumat, 28 Februari 2014

HIPNOTIS VS RUQYAH SYAR'IYAH

بسم الله الرحمن الرحيم


Idzinkan rizal untuk sharing pengalamanku tentang Hipnotis, yaitu suatu teknik yang banyak orang pro dan kontra dalam menyikapinya.
Adalah suatu hal yang menarik dan membuat penasaran bagi saya untuk mengetahui hakikat dari Hipnotis. Untuk itulah rizal memberanikan diri untuk mempelajarinya, bahkan sampai mendapatkan 2 sertifikat (CH dan CHt) sebagai praktisi Hipnoterapi. Tapi, wallahi.... selama rizal mempraktekkan hipnotis baik dalam kelas (Hipnoteaching) maupun menterapi anak2 yang fobia/trauma (Hipnoterapi) terasa hati ini tidak tenang.... Walaupun secara logika dan ilmiah teori2 hipnotis (ala barat) bisa dicerna namun tetap saja merasakan ketidaktenangan. Apalagi setelah membaca fatwa keharaman hipnotis dari ulama2 Saudi bahkan secara langsung mendapatkan nasihat dari KH. Didin Hafidudin saat usai pengajian di Masjid Al-hijri, Bogor. Selain itu, saat mempraktekkan hipnoteaching ternyata ada kasus2 anak yang tidak bisa membuka mata lagi atau menggigil kedinginan dan terasa sesak nafasnya dalam waktu yang lama.
Inilah hasilnya jikalau menterapi seseorang dengan membuatnya tak sadarkan diri, karena tatkala filter alam sadar dan bawah sadar terbuka dengan teknik2 tersebut maka dikhawatirkan ada "makhluk lain" yang ikut masuk n nimbrung ke dalam tubuh orang dihipnotis.

Sebenarnya Rasulullah SAW adalah pribadi utama yang patut kita contoh telah mengajarkan segalanya, termasuk bagaimana caranya mensugesti orang tanpa harus dengan teknik2 hipnotis (dibuat tak sadarkan diri). Beliau mampu memukau dan mensugesti orang2 dengan akhlaknya, tutur kata dan sikapnya yang lembut dan menyejukkan hati serta akhlaknya yang agung seperti Al-Qur'an.
Alhamdulillah, di tengah ketidaktenangan hatiku, Allah SWT memberikan solusi islami dan pengganti yang lebih baik untuk membantu umat secara syar'i, yaitu RUQYAH SYAR'IYAH. Karena ketika kita bacakan/mendengar ayat2 Al-Qur'an maka hati akan menjadi tenang dan amat mudah kita memberikan taushiyah/nasihat (motivasi/sugesti2 positif) kepada orang yang tengah kita bantu mental/psikisnya.






Al-Qur'an Obat Hati
==============
Ba'da Isya, ada telepon masuk dari seorang bapak yang minta bantuan agar anaknya diruqyah. Karena sepulang dari tempat kerjanya di Sumatera, anaknya menjadi penakut, selalu cemas dan menangis, bahkan dia terus-terusan melakukan shalat dan berdzikir secara dizhaharkan (dibaca secara jelas). Bahkan saat melihat ayah dan ibunya pun dia merasa seperti melihat orang yang dia takuti itu. Semua hal itu membuatnya takut, merasa bersalah, dan tidak percaya kepada orang lain, sehingga dia tidak bisa tidur untuk beristirahat semalaman. Akhirnya karena sudah malam maka saya berjanji untuk membantunya besok siang.

Saat awal bertemu, terlihat pemuda tersebut ketakutan dan matanya basah karena menangis. Oleh karena itu, rizal coba untuk mengadakan pendekatan terlebih dahulu dengan memperkenalkan diri, mendengarkan dia saat curhat dan menceritakan permaslahan yang dia hadapi, serta menjelaskan seputar ruqyah sebagai solusi islami bagi umat. Sekitar 30 menit pun berlalu, saya meluangkan waktu untuk mendengarkan curhatannya serta memberikan motivasi dan sugesti2 positif pada anak tersebut di depan orang tuanya.

Selanjutnya rizal pun bacakan ruqyah standar sambil memegang kepala dan punggung pemuda tersebut. Setelah beberapa menit berlalu, ternyata tidak ada reaksi apapun pada si pemuda tersebut saat dibacakan ruqyah. Kemudian rizal tanyakan apa ada yang terasa panas, kedutan, atau terlihat bayangan sesuatu. Ternyata anak tersebut tidak merasakan panas atau kedutan, namun saat dibacakan ruqyah dia teringat dan melihat bayangan beberapa orang yang menjadi atasannya. Berdasarkan ceritanya maka rizal sekali lagi bertanya dan memberikan kesempatan padanya untuk menceritakan apa yang masih mengganjal dalam hatinya, lalu memberikan motivasi serta sugesti2 positif. "Apa masih ada yang mengganjal dalam hati kamu?", tanya rizal.... "Ya, ka, saya masih ada yang mengganjal dalam hati", jawab pemuda tersebut.

Selanjutnya, rizal coba bacakan QS. Al-Fatihah dan QS. Al-Hasyr [59]: 21 beberapa kali sambil menempelkan telapak tangan kanan di atas dadanya, serta mohon kepada Allah SWT agar mengumpulkan dan menghancurkan was-was syetan dan emosi/pikiran negatif yang ada dalam hati anak tersebut.
Subahanallah walhamdulillah Allahu Akbar!.... Saat saya tanya lagi, apa masih ada ganjalan dalam hatinya? Anak tersebut berkata: "Kosong!", sambil terlihat dari wajahnya perasaan bingung campur senang.... Dia juga merasa tidak merasakan takut dan cemas lagi dengan atasannya ataupun masalah pekerjaannya. Bahkan pemuda tersebut minta diajari Ruqyah Syar'iyah. Senang rasanya melihat pemuda tersebut mengenggam tangan dengan erat dan senyumannya saat rizal pamit untuk pulang. Alhamdulillah....
Satu hari setelahnya, ayahnya mengirimkan SMS: "Alhamdulillah ada perubahan mau istirahat. Terima kasih."

Wahai saudaraku, ini adalah bukti bahwa Al-Qur'an itu obat hati, penawar bagi penyakit medis maupun non medis, termasuk juga masalah psikis. Allah SWT berfirman: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Israa [17]: 82)

Readmore.....

Anak sekolah vs "Orang Pintar"

بسم الله الرحمن الرحيم


Hari beranjak malam dengan rintik hujan yang turun membasahi Kota Bogor, membuat semakin nyaman untuk tinggal dan istirahat di dalam rumah. Tiba-tiba masuk SMS dari Aldi, seorang anak SMK, murid pengajian (mentoring) yang biasa rizal isi di hari Ahad.
"Ka ada d mana? Ada yg nempel ni, ka... Di rumah Aldi, dr td magrib... Bisa minta tlg ruqyah gk ka?", begitu isi SMS-nya. 





Karena sudah malam dan hujan, rizal minta Aldi untuk mempraktekkan sendiri teknik Ruqyah Syar'iyah yang sudah dipelajari saat pengajian, dan agar semakin jelas rizal jelaskan ulang teknik2nya melalui SMS: "Tetap tenang dan yakin pd petolongan Allah SWT. Coba wudhu dan sholat 2 rokaat. Setelah itu coba lakukan ruqyah mandiri."....
Setengah jam pun berlalu, dan ada SMS masuk:
"Alhamdulillah ka, ruqyahnya berhasil "

Dalam pengajian (mentoring) selanjutnya Aldi pun menceritakan pengalaman menariknya tersebut. Saat itu di rumahnya ada wanita yang dipijat oleh tukang pijat karena merasakan badannya kurang fit. Namun, menurut tukang pijat itu , si gadis diganggu oleh jin kiriman dari laki2 yang menyukainya. Maka si tukang pijat yang juga "Orang Pintar" (yang katanya bisa melihat makhluk ghoib) berusaha mengeluarkan jin tersebut dengan caranya. Namun, setelah sekian lama ternyata usahanya tak berhasil pula. Oleh karena itu, Aldi mencoba membantu untuk meruqyah wanita tersebut dan berhasil, gadis itu pun merasakan tubuhnya lebih baik dan lebih fit. Adapun tukang pijatnya hanya terdiam dan menjadi penonton.

Subhanallah walhamdulillah, Allahu Akbar!....
Allah berikan pelajaran kepada kita semua bahwa dengan pertolongan Allah SWT, seorang anak pun bisa mengalahkan dan mempermalukan "orang pintar". Selain itu, pengalaman ini membuktikan juga bahwa Ruqyah Syar'iyah adalah solusi islami bagi umat yang bisa dilakukan oleh siapa saja, baik tua maupun muda. So what gito loh.... Pelajari dan amalkan Ruqyah Syar'iyah, serta jadilah pejuang dalam dakwah tauhid !....

Readmore.....

Sabtu, 30 November 2013

Materi UAS PAI SMP Kls. 7 & 8, Sem.1

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Hai Ana2Qyu yang sholih dan sholihah,
Mohon maaf, Bapak baru sempat posting artikel ini yang akan sangat membantu persiapan kalian dalam Ujian Akhir Semester (UAS) PAI SMP.
Adapun materi UAS PAI SMP Kelas VII Semester 1 adalah: Bab I s.d. VI (Dari Materi "Ilmu Pengethuan" s.d. "Sejarah Rasulullah SAW"). Sedangkan Kelas VIII, materi UAS-nya adlah: Bab I s.d. IX (Dari Materi "Hukum Qolqolah dan Ro'" s.d. "Sejarah Rasulullah SAW").
Agar lebih siap dalam mengerjakan soal berhuruf Jawi, silakan download dan pelajari file sbb:
Materi PAI SMP Kls. 7, Sem.1 (Bab. 4-6)
Materi PAI SMP Kls. 8, Sem.1 (Bab. 1-9)

Untuk mempermudah proses download filenya, setelah mengetik kode dalam kotak maka HILANGKAN tanda ceklis dalam kotak (yang dilingkari) seperti dalam gambar dibawah ini, kemudian klik kotak "Download" !


Selamat belajar, berdo'a, dan tawakkal kepada Allah SWT. Mudah2n Allah SWT memberikan kemudahan dan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua, Amiin....

Readmore.....

Rabu, 21 Agustus 2013

Perangkat Pembelajaran PAI SMP Kurikulum 2013

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Kurikulum 2013 sudah mulai diterapkan walaupun baru untuk kelas VII SMP dan hanya di beberapa SMP di Kota Bogor. Namun, kebijakan ini masih belum diimbangi dengan sosialisasi serta pelatihan yang mencukupi bagi para guru. Masih ada guru (termasuk saya) yang bingung bahkan belum punya perangkat pembelajarannya. Namun, tentunya sebagai guru ini adalah tantangan untuk meningkatkan profesionalisme sebagai guru karena walaupun kurikulum berubah, yang diajarkan dan didakwahkan oleh kita sebagai Guru PAI kepada para anak didik kita adalah tetap ajaran Islam yang sempurna nan indah.

Nah, untuk itulah saya bermaksud berbagi Perangkat Pembelajaran PAI SMP Kls.7 Kurikulum 2013 yang berupa Silabus dan RPP hasil produk Workshop PAIS Kemenag RI di Jogyakarta, serta Protah dan Promes yang saya buat. Silakan DOWNLOAD DI SINI!

Selain itu, bagi yang mau Buku PAI SMP Kls.7 Kurikulum 2013 (baik buku untuk Siswa maupun Guru), silakan klik pada gambar buku di bawah ini:

Readmore.....

Minggu, 14 Juli 2013

Intervensi Jin Jahat/Syetan dalam Memutuskan Tali Silaturrahim

Foto: ‎INTERVENSI JIN JAHAT/SYETAN DALAM MEMUTUSKAN TALI 
SILATURRAHIM



Islam mengajarkan agar kita senantiasa menyambung tali silaturrahim 
sebagaimana firman Allah SWT:

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ 
كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“….Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya 
kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan 
silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” 
(QS. An-Nisaa’ [4]: 1)



Karena silaturrahim akan mendatangkan keberkahan rizki dan umur bagi

pelakunya sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَن ْ اَحَبَّ اَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ وَيُنْسَاَ لَهُ فِيْ 
اَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

"Barangsiapa yang senang diluaskan rizkinya dan ditunda umurnya, 
maka hendaklah bersilaturrahim."

(Muttafaq 'alaih)



Oleh karena itu, hukumnya haram memutusakan tali silaturrahim 
sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحْمٍ

"Tidak akan masuk Surga orang yang memutuskan hubungan 
kerabat". (Muttafaq 'alaih)



Saudaraku, seperjuangan dalam dakwah Tauhid….

Ketahuilah iblis dan bala tentaranya tidak akan senang selamanya kepada 
keturunan Nabi Adam as. kecuali mereka berhasil menggoda umat manusia 
agar ikut masuk ke dalam neraka, termasuk di antaranya menebar 
permusuhan sehingga memutuskan tali silaturrahim antar keluarga, 
saudara, bahkan antara anak dan orang tua.

Sehingga dalam kasus permusuhan antar saudara sebenarnya bukan hanya 
dikarenakan karakter, psikis, maupun ego orang bersangkutan, namun 
ternyata ada intervensi syetan dalam bentuk manusia maupun jin. Dan 
sebagai seorang muslim sejati seharusnya kita berusaha untuk mendamaikan
 kedua belah pihak yang berselisih dengan cara-cara yang baik. Berkenaan
 hal ini, Allah berikan 2 pengalaman yang merupakan pelajaran buat diri 
saya pribadi dalam usaha mendamaikan saudara semuslim sekaligus meruqyah
 karena ternyata ada intervensi jin jahat/syetan dalam memutuskan tali 
silaturrahim antara keluarga.



Kasus pertama:

Saat kami coba menasehati seseorang untuk berdamai (ishlah) tapi dia 
tidak mau terima bahkan menjadi emosi, kemudian diingatkan untuk 
istighfar malah menjadi kesurupan. Akhirnya saya dibantu dengan saudara 
lain berusaha meruqyah. Sekalipun reaksinya cukup keras namun kami terus
 membacakan ayat-ayat ruqyah sampai bacaan Ayat Kursyi, terlihat orang 
tersebut mulai melemah dan tersadarkan diri beberapa saat kemudian.

Awalnya memang cukup membuat tegang dan menyedihkan namun Allah berikan 
hidayah kepada yang berselisih, mereka kemudian menangis berpelukan, 
saling meminta maaf. Subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar….



Kasus kedua:

Saat suami, anak-anak, serta saudaranya mencoba membujuk agar dia datang
 menjenguk dan memaafkan ibunya yang sedang sakit tapi tetap tidak 
berhasil. Selanjutnya saya diminta untuk membujuk dan menasehatinya. 
Sebelum berangkat maka saya sempatkan dulu untuk sholat dhuha dan 
berdo’a kepada Allah SWT agar memberikan hidayah kepada orang tersebut. 
Saat membujuk dan menasehati orang tersebut tidaklah mudah, namun saya 
coba menjadi pendengar yang baik. Saya dengarkan segala unek-unek yang 
ia sambil menangis. Sadar bahwa saya tidak mampu apa-apa maka sambil 
memegang lututnya, saya berdoa kepada Allah agar memberikan hidayah 
kepadanya serta melembutkan hatinya. Sambil mendengar curhatannya, saya 
terus berharap dan membaca: “Yaa Haadi, Yaa Lathiif, berikan hidayah 
kepadanya dan lembutkan hatinya….” Alhamdulillah, akhirnya dia mau 
datang menjenguk ibunya yang sedang sakit.

Sesampai ke tempat tujuan maka tidak lama ibu dan anak itu pun saling 
berpelukan, menangis, dan saling memaafkan. Namun, tiba-tiba si anak 
bereaksi aneh dan ternyata dia kesurupan. Akhirnya saya dibantu oleh 
saudara mencoba meruqyahnya, belum saja selesai memabaca surat 
Al-Fatihah orang tersebut lemas dan tak sadarkan diri. Tak lama kemudian
 dia bangun sadarkan diri tanpa tahu apa yang telah terjadi. Subhanallah
 walhamdulillah Allahu Akbar….



Pelajaran yang bisa diambil dari 2 kasus di atas adalah sbb:

1. Allah SWT Yang Maha Pemberi Petunjuk dan membolak-balikkan hati 
manusia, maka senantiasa berdo’alah pada-Nya agar menetapkan hati kita 
dalam ajaran Islam.

يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلى دِيْنِكَ

"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas 
agama-Mu." (HR Imam Ahmad, Imam Tirmidzi dan lainnya)



2. Minta tolonglah kepada Allah SWT dengan senantiasa sabar dan sholat 
sebagai dalam segala permasalahan apapun.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى
 الْخَاشِعِينَ

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan 
(mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, 
kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al-Baqarah [2]: 45)



3. Pengalaman tersebut mudah-mudahan menjadi ibroh/pelajaran bagi kita 
agar mewaspadai makar dan segala usaha licik syetan untuk 
menggelincirkan manusia ke dalam neraka. Syetan amat senang dan selalu 
berusaha untuk memutuskan tali silaturrahim. Syetan membisikkan 
kedengkian dan permusuhan sekalipun dalam satu keluarga yang diikat 
dengan hubungan darah.



4. Ternyata ada intervensi jin jahat dalam diri orang yang memutuskan 
tali silaturrahim, bukan semata-mata dikarenakan ego atau karakter 
bersangkutan.



5. Waspada dan hindarkan diri dari sedih, emosi, serta senang yang 
berlebihan karena itu semua merupakan pintu yang amat mudah syetan 
menguasai diri/tubuh manusia.



6. Kewajiban muslim untuk mendamaikan saudaranya yang sedang bertikai.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ 
وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah
 antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu 
mendapat rahmat.‎
 Islam mengajarkan agar kita senantiasa menyambung tali silaturrahim sebagaimana firman Allah SWT:
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ ...عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“….Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisaa’ [4]: 1)

Karena silaturrahim akan mendatangkan keberkahan rizki dan umur bagi
pelakunya sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَن ْ اَحَبَّ اَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ وَيُنْسَاَ لَهُ فِيْ اَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Barangsiapa yang senang diluaskan rizkinya dan ditunda umurnya, maka hendaklah bersilaturrahim." (Muttafaq 'alaih)

Oleh karena itu, hukumnya haram memutusakan tali silaturrahim sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحْمٍ
"Tidak akan masuk Surga orang yang memutuskan hubungan kerabat". (Muttafaq 'alaih)

Saudaraku, seperjuangan dalam dakwah Tauhid….
Ketahuilah iblis dan bala tentaranya tidak akan senang selamanya kepada keturunan Nabi Adam as. kecuali mereka berhasil menggoda umat manusia agar ikut masuk ke dalam neraka, termasuk di antaranya menebar permusuhan sehingga memutuskan tali silaturrahim antar keluarga, saudara, bahkan antara anak dan orang tua.
Sehingga dalam kasus permusuhan antar saudara sebenarnya bukan hanya dikarenakan karakter, psikis, maupun ego orang bersangkutan, namun ternyata ada intervensi syetan dalam bentuk manusia maupun jin. Dan sebagai seorang muslim sejati seharusnya kita berusaha untuk mendamaikan kedua belah pihak yang berselisih dengan cara-cara yang baik. Berkenaan hal ini, Allah berikan 2 pengalaman yang merupakan pelajaran buat diri saya pribadi dalam usaha mendamaikan saudara semuslim sekaligus meruqyah karena ternyata ada intervensi jin jahat/syetan dalam memutuskan tali silaturrahim antara keluarga.

Kasus pertama:
Saat kami coba menasehati seseorang untuk berdamai (ishlah) tapi dia tidak mau terima bahkan menjadi emosi, kemudian diingatkan untuk istighfar malah menjadi kesurupan. Akhirnya saya dibantu dengan saudara lain berusaha meruqyah. Sekalipun reaksinya cukup keras namun kami terus membacakan ayat-ayat ruqyah sampai bacaan Ayat Kursyi, terlihat orang tersebut mulai melemah dan tersadarkan diri beberapa saat kemudian.
Awalnya memang cukup membuat tegang dan menyedihkan namun Allah berikan hidayah kepada yang berselisih, mereka kemudian menangis berpelukan, saling meminta maaf. Subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar….

Kasus kedua:
Saat suami, anak-anak, serta saudaranya mencoba membujuk agar dia datang menjenguk dan memaafkan ibunya yang sedang sakit tapi tetap tidak berhasil. Selanjutnya saya diminta untuk membujuk dan menasehatinya. Sebelum berangkat maka saya sempatkan dulu untuk sholat dhuha dan berdo’a kepada Allah SWT agar memberikan hidayah kepada orang tersebut. Saat membujuk dan menasehati orang tersebut tidaklah mudah, namun saya coba menjadi pendengar yang baik. Saya dengarkan segala unek-unek yang ia sambil menangis. Sadar bahwa saya tidak mampu apa-apa maka sambil memegang lututnya, saya berdoa kepada Allah agar memberikan hidayah kepadanya serta melembutkan hatinya. Sambil mendengar curhatannya, saya terus berharap dan membaca: “Yaa Haadi, Yaa Lathiif, berikan hidayah kepadanya dan lembutkan hatinya….” Alhamdulillah, akhirnya dia mau datang menjenguk ibunya yang sedang sakit.
Sesampai ke tempat tujuan maka tidak lama ibu dan anak itu pun saling berpelukan, menangis, dan saling memaafkan. Namun, tiba-tiba si anak bereaksi aneh dan ternyata dia kesurupan. Akhirnya saya dibantu oleh saudara mencoba meruqyahnya, belum saja selesai memabaca surat Al-Fatihah orang tersebut lemas dan tak sadarkan diri. Tak lama kemudian dia bangun sadarkan diri tanpa tahu apa yang telah terjadi. Subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar….

Pelajaran yang bisa diambil dari 2 kasus di atas adalah sbb:
1. Allah SWT Yang Maha Pemberi Petunjuk dan membolak-balikkan hati manusia, maka senantiasa berdo’alah pada-Nya agar menetapkan hati kita dalam ajaran Islam.

يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلى دِيْنِكَ
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu." 
(HR Imam Ahmad, Imam Tirmidzi dan lainnya)

2. Minta tolonglah kepada Allah SWT dengan senantiasa sabar dan sholat sebagai dalam segala permasalahan apapun.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." 
(QS. Al-Baqarah [2]: 45)

3. Pengalaman tersebut mudah-mudahan menjadi ibroh/pelajaran bagi kita agar mewaspadai makar dan segala usaha licik syetan untuk menggelincirkan manusia ke dalam neraka. Syetan amat senang dan selalu berusaha untuk memutuskan tali silaturrahim. Syetan membisikkan kedengkian dan permusuhan sekalipun dalam satu keluarga yang diikat dengan hubungan darah.

4. Ternyata ada intervensi jin jahat dalam diri orang yang memutuskan tali silaturrahim, bukan semata-mata dikarenakan ego atau karakter bersangkutan.

5. Waspada dan hindarkan diri dari sedih, emosi, serta senang yang berlebihan karena itu semua merupakan pintu yang amat mudah syetan menguasai diri/tubuh manusia.

6. Kewajiban muslim untuk mendamaikan saudaranya yang sedang bertikai.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." 
(QS. Al-Hujurat [45]: 10)

Readmore.....

Senin, 08 Juli 2013

2 PengalamanQyu dalam Membantu Mengembalikan Jiwa (Nafs) yang Ditawan



Siapapun akan bertanya-tanya dan penasaran dengan judul di atas, termasuk saya pun begitu penasaran walaupun pernah membaca beberapa pengalaman para Quranic Healer (peruqyah) dan saya pernah mempelajari teknik-teknik pengembalian jiwa dari Ust. Perdana Akhmad. Tapi, tentunya beda antara sekedar mempelajari teorinya dengan mengalami dan mempraktekkan secara langsung. Teknik ini memang terkesan aneh, karena terkesan berbeda dibandingkan ruqyah standar. Namun, itu terjadi tanpa rekayasa atau dibuat-buat, adanya penglihatan (vision) bagi yang diruqyah semata-mata merupakan petunjuk kepada Allah SWT tatkala kita meluruskan niat dan memaksimalkan ikhtiar sesuai dengan contoh dari Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shohihah. Selain itu, vision merupakan bukti nyata bahwa Allah SWT adalah Maha Pengabul Do’a dan senantiasa mengikuti persangkaan hamba-Nya.


1. PengalamanQyu yang Pertama dalam membantu mengembalikan jiwa yang ditawan
Saat saya mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kepada para siswa dengan menggunakan metode Ruqyah Syar’iyah. Salah seorang siswi dijadikan model dan diruqyah. Baru saja selesai membaca Surat Al-Fatihah, terlihat siswi tersebut ketakutan padahal dalam keadaan membuka mata. Lantas setelah ditanya, dia menjelaskan bahwa saat diruqyah, dia melihat (vision) Ayahnya sedang diikat (terbelenggu) dan di sampingnya ada 2 wanita, yang satu wajahnya cantik dan satu lagi buruk rupa wajahnya. Saya teringat dengan materi dari Ust. Perdana Akhmad yang pernah saya baca, lalu menawarkan kepadanya untuk melanjutkan proses ruqyah untuk melepaskan ayahnya (yang belakangan diketahui terkena sihir mahabbah dari wanita lain, dan hampir membuat kehidupan rumah tangganya hancur. Hal ini juga terbukti, ketika istrinya memberikan air bidara secara sembunyi-sembunyi maka tiba-tiba si Suami merasa sakit perut yang hebat). Namun, sayangnya siswi tersebut tidak mau melanjutkan proses ruqyah dengan alasan takut dan juga ternyata tidak ada dukungan dari ibunya. Inilah pengalaman pertama yang belum tuntas dan membuat penasaran untuk menangani kasus yang serupa, yaitu kasus jiwa yang ditawan.



2. PengalamanQyu yang Kedua dalam membantu mengembalikan jiwa yang ditawan
Kisah ini berawal, saat saya mendapat amanah untuk memberikan materi dalam pelatihan Mudah Terjemah al-Qur’an (MTQ) di Baitul Maal Kota Bogor. Pada pelatihan yang pertama, agar membangun motivasi peserta maka saya jelaskan pula bahwa Al-Qur’an adalah Pedoman Hidup, Mukjizat yang menguak fakta-fakta sains kontemporer, Media Komunikasi (Curhat) kita dengan Allah. Semua materi itu saya dukung dengan beberapa video yang semakin membuat kita berdecak kagum dan cinta kepada Al-Qur’an sebagai Kalaamullah. Selain itu, sepintas saya perkenalkan juga bahwa Al-Qur’an juga merupakan Syifaa (penawar/obat), hal ini terbukti dan diperkuat dengan beberapa pengalaman saya dalam meruqyah. Alhamdulillah, para peserta terlihat begitu tertarik dan siap mengikuti pelatihan Quanic Healing.
Adalah merupakan ketentuan Allah (qodarullah) bahwa sekalipun saya sudah mempersiapkan diri serta sebelumnya meminta idzin kepada Ust. Perdana Akhmad, ternyata…. Pelatihan Quranic Healing terpaksa dibatalkan dikarenakan pengurus Baitul Maal sedang ada urusan penting di luar kota dan infomasi pelatihan belum sempat disebar, walhasil yang hadir hanya ada 1 orang peserta. Masya Allah….
Subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar…. Segala sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya. Ternyata sekalipun pelatihan dibatalkan, Allah SWT tetap memberikan kesempatan pada saya dan beberapa saudara yang lain untuk belajar serta menangani secara langsung kasus jiwa yang ditawan. Karena saat itu, ada saudara yang datang dan minta tolong kepada saya untuk meruqyah adik iparnya.
Setelah gadis tersebut berwudhu dan mengenakan mukena maka kami bersiap meruqyah di lantai 3 bangunan Baitul Maal, namun karena ruangan tersebut sudah lama kosong maka sebelumnya saya coba meruqyah ruangan tersebut dengan membacakan Ayat Kursyi, memohon perlindungan dari Allah dengan niat menetralisir/membersihkan dan dari jin jahat/syetan. Selanjutnya, si Gadis menceritakan kronologis peristiwa yang membuat dirinya yang selalu merasa linglung dan sesak nafas, serta takut. Setelah penjelasan sekilas tentang ruqyah kemudian dilanjutkan dengan pertaubatan dengan menuntun gadis tersebut dalam membaca Doa Tazkiyah dan Ikrar Pemutus Ikatan. Sesaat setelah membaca do’a, saya menanyakan apa yang dirasakannya dan dia hanya merasakan merinding di sebagian tubuhnya. Lalu saya mengingatkan agar menginformasikan apabila terasa panas, sesak, kedutan, merinding di bagian tubuh tertentu, atau jika terlintas penglihatan/bayangan (vision).
Selanjutnya saya membaca Ruqyah Standar sampai sekitar 30 menit, dan selama itu terdengar suara-suara anjing yang menggonggong dari arah rumah yang berada di belakang bangunan Baitul Maal, padahal sebelumnya sepi senyap.Tidak ada reaksi yang keras pada diri gadis tersebut kecuali hanya terasa merinding di sekujur tubuh. Oleh karena itu saya gabungkan beberapa teknik tusukan, tarikan, dan memijat ibu jari kaki dan tangan sambil membaca ayat-ayat Ruqyah walaupun tetap tidak ada reaksi. Namun, saat gadis tersebut meminum beberapa tetes minyak Daun Bidara (Sidr) maka spontan dia merasa pusing, mual, dan muntah-muntah. Melihat kondisi tersebut maka saya semakin termotivasi untuk terus meruqyahnya dengan menggabungkan beberapa teknik lain di tambah sedikit pukulan di pundak. Beberapa saat kemudian, dia merasa heran dengan telapak tangannya yang terasa dingin dan terlihat berwarna gelap. Hal ini adalah indikasi bahwa jin yang berada dalam tubuh sudah tidak kuat dan menyerah, dan bermaksud keluar dari tubuh melalui tangan dan kaki si gadis. Oleh karenanya, saya lanjutkan dengan teknik blokir, tarikan, dan buangan (dari Ust. NAI). Kondisi si gadis menjadi lebih baik, namun terlihat masih takut terutama saat membicarakan tempat kejadian di mana salah seorang temannya kesurupan dan berdampak pada dirinya dan beberapa temannya yang lain. Melihat kondisinya yang labil dan takut, maka saya luangkan waktu untuk lebih menguatkan tauhidnya, bahwa kita tidak boleh takut pada apapun kecuali kepada Allah SWT.
Selanjutnya saya bertanya: “Siapa yang menciptakan syetan? Siapa yang menciptakan jin?”
Si gadis menjawab dengan lirih: “Allah, Allah….”
Tidak puas mendengar jawaban semacam itu maka saya tanya kembali dan minta agar dia menjawab dengan lantang.
Saya: “Kenapa takut kepada jin dan syetan yang lemah? Seharusnya kita takut kepada Allah yang menciptakan jin dan syetan!”
Lalu saya menceritakan tentang seorang Umar ra. yang ditakuti oleh syetan karena: “Umar ra. adalah seorang pribadi yang tidak takut pada apapun kecuali kepada Allah SWT. Oleh karenanya, jangan biarkan syetan menguasai dirimu melalui pintu yang terbuka, yaitu rasa takut….”
Setelah tauhid gadis tersebut sudah cukup kuat maka ruqyah dilanjutkan dengan menggunakan teknik Scanning (dari Ust. Perdana Akhmad), yaitu dengan khusyu berdo’a dan berharap kepada Allah SWT Yang Maha Pemberi Petunjuk agar memberikan petunjuk berupa penglihatan (vision) atau solusi bagi masalah yang sedang dihadapi. Selanjutnya saya membaca berulang-ulang QS. Al-Fatihah, QS. Al-Baqoroh, dan QS. Al-An’am: 103. Demikian juga halnya, dalam keadaan mata yang tertutup, gadis tersebut terus berdo’a dalam hatinya: Yaa Allah, Yaa Nuur, Yaa Latiif , berikanlah petunjuk padaku….”
Subhanallah, gadis tersebut melihat bahwa dirinya masih ada di hotel tempat kejadian dan disitu ada 3 makhluk berwujud wanita yang menyeramkan. Saya teringat dengan teknik Ust. Syamsul Arifin, maka saya minta gadis tersebut untuk tetap berani dan takut hanya pada Allah, dan meminta dia membaca QS. Al-Falaq dan meniupkan pada kedua telapak tangannya lalu melemparkan ke arah makhluk-makhluk yang mengganggunya. Menurutnya, 2 lemparan menembus 2 makhluk tersebut dan membuat mereka pergi. Namun, karena beberapa jin masih berusaha mengejar gadis tersebut maka saya coba bacakan QS. Al-Baqoroh: 7 dan 18 berulang kali agar para jin yang menjaga nafs pasien semuanya dalam keadaan tidak sadar. Selanjutnya, karena masih belum hafal teknik dan bacaannya, sambil membaca Buku Saku Teknik Ruqyah (yang saya buat dari ringkasan artikel Ust. Perdana Akhmad) saya coba menuntun jiwa gadis tersebut untuk kembali.
Subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar…. Gadis tersebut menceritakan bahwa saat diruqyah dia merasakan jiwanya berusaha kembali seperti mengapung (loncat-loncat) selama perjalanan dari hotel tempat kejadian sampai ke Baitul Maal. Selanjutnya, untuk mengecek, untuk kedua kalinya gadis tersebut meminum beberapa tetes minyak daun sidr dan dia tidak muntah-muntah lagi serta mengatakan bahwa rasanya hanya seperti minyak saja. Setelah 2 jam berlalu, ruqyah pun selesai dan gadis tersebut tidak lagi merasakan linglung, tidak pusing, dan bisa merasakan segarnya udara karena tidak merasakan sesak lagi.
Segala puji bagi-Mu, Yaa Allah…. Rasa syukur, cinta, kagum, dan takut kepada-Nya membuat kami (saya, gadis tersebut, dan 1 orang calon peserta pelatihan yang senantiasa setia mengikuti) segera bersujud syukur bersama ke hadapan Allah SWT Yang Maha Penyembuh dan Maha Kuasa.  Allahu Akbar!.... Subahaanakallahumma  robbanaa  wabihamdika, Allahummaghfirlii….”

Pelajaran dari pengalaman di atas:
  • Takutlah kepada Allah. “Siapa yang menciptakan syetan? Siapa yang menciptakan jin?” “Allah !”
    “Kenapa takut kepada jin dan syetan yang lemah? Seharusnya kita takut kepada Allah yang menciptakan jin dan syetan!....”

    “Jangan biarkan syetan menguasai dirimu melalui pintu yang terbuka, yaitu rasa takut….”
  • Pelajaran kisah ini bukan agar kita menjadi penakut saat berada di suatu tempat, termasuk tempat yang belum terjamah atau angker. Karena kita sebagai manusia adalah kholifah di muka bumi dan berhak memanfaatkan bumi dan seagla isinya untuk beibadah kepada Allah SWT. Yang perlu kita ingat adalah tempatkan rasa takut kita kepada Allah SWT semata dan ikuti contoh Rasulullah SAW bahwa Beliau mengajarkan kita semua agar membaca do’a perlindungan ketika berada di suatu tempat:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
“Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat kalimat-Nya yang sempurna, 
dari setiap kejahatan makhluk-Nya.”
(H.R Muslim, An Nasa’i, At Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah)
  • Syetan/Jin jahat itu amat lemah. Ketika kita bacakan ayat-ayat Al-Qur’an, mereka akan terbakar kepanasan dan bahkan mati dengan idzin Allah.
  • Daun Bidara (Sidr) adalah racun bagi Jin jahat/syetan juga bisa untuk obat sihir.
  • Saat diruqyah, ada proses Detoksifikasi (proses pengeluaran racun-racun dari tubuh), misalnya berupa muntah-muntah seperti kejadian di atas.
  • Awali proses ruqyah dengan pertaubatan dan terus berharap kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan dan perlindungan.
  • Perlu kesabaran, kecermatan, optimis, dalam meruqyah. Gunakan berbagai teknik dan metode yang tentunya syar’i (dibolehkan).
  • Allah SWT adalah Maha Pemberi Petunjuk dan senantiasa mengikuti persangkaan hamba-Nya..
  • Segala sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya, ilmu bukan hanya didapat dalam pelatihan saja tapi segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita pasti ada pelajarannya.
  • Ketika kita menuntut ilmu karena-Nya, maka Allah akan mempermudah kita untuk mengamalkannya.
  • Belajarlah dari pengalaman para peruqyah lain untuk mengangani berbagai kasus!
  • Saat ruqyah, terdengar keras suara anjing dan sebagian orang yang berada dalam ruangan merasakan merinding bahkan ada yang tangannya mulai bergerak-gerak tak terkendali (karena ternyata orang tersebut pernah belajar ilmu tenaga dalam). Hal ini menjadikan bukti kebenaran sabda Rasulullah SAW bahwa jika terdengar suara anjing pada malam hari maka itu indikasi ada syetan yang lewat dan kita dianjurkan minta perlindungan kepada Allah SWT. Selain itu, ayat-ayat ruqyah tidak hanya berefek kepada gadis tersebut tapi juga akanberdampak kepada orang-orang di sekitarnya yang mendengarnya.
  • Luruskan niat selama meruqyah dan diruqyah, apalagi saat meruqyah wanita yang cantik. Ini juga mungkin yang menjadi alasan kenapa peruqyah itu dipersyaratkan lebih utama kalau sudah menikah. 

Readmore.....

Rojiim, Si Jin Gunung Galunggung yang Leubay


Hari itu adalah hari yang cukup sibuk di sekolah, para guru tengah sibuk mengolah data nilai siswa dan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Demikian halnya, saya  begitu asyik menyelesaikan input data nilai para siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta input data Guru PAI se-Kota Bogor yang harus segera diserahkan. Tak lama kemudian, ba’da Dzuhur, datanglah sepasang suami istri yang ternyata mereka adalah orang tua murid yang minta waktu untuk konsultasi tentang masalah penyakit yang diderita sang suami.


Suaminya menceritakan bahwa selepas mengadakan penelitian di Kawah Gunung Galunggung, selama 3 bulan lamanya ia menderita sakit yang aneh, kepala terasa pusing, badan selalu terasa lemas, jantung berdebar-debar, bahkan saat membaca al-Qur’an dada menjadi terasa sesak. Sehingga setiap akan melaksanakan sholat sang suami harus ditemani oleh istrinya karena khawatir jatuh dan tidak kuat. Bagaimana bukan penyakit yang aneh, karena dia sempat dirawat seminggu lamanya dan dokter tidak tahu penyebab penyakit tersebut. Saat dicek  gula darah, tensi, jantung, dll ternyata dalam keadaan normal. Selanjutnya, saya tawarkan serta jelaskan Ruqyah Syar’iyah kepada mereka sebagai solusi islami bagi umat yang menghadapi masalah/gangguan medis, psikis, maupun non medis. Sebagai deteksi awal, saya berikan minyak Daun Bidara (Sidr) untuk diminum hanya beberapa tetes, tapi tidak ada reaksi yang terjadi. Padahal biasanya tatkala orang yang mengalami gangguan non medis (jin jahat/syetan/sihir) meminum Daun Bidara (Sidr) maka tidak akan lama akan merasakan pusing, mual, bahkan muntah-muntah.
Hal ini, tidak membuat saya pesimis untuk berhenti sampai disitu sehingga saya mengajak kedua orang tua murid tersebut ke musholla sekolah untuk diruqyah. Setelah berwudhu dan dilanjutkan sholat sunnah mutlak kami memohon kemudahan, kesembuhan, serta pertolongan kepada Allah, Dzat Yang Maha Penyembuh dan Maha Kuasa.
Sebagai pembukaan, saya tuntun si Bapak untuk istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT dengan membaca Do’a Tazkiyah dan Ikrar Pemutus Perjanjian (yang saya pelajari dari Ust. Perdana Akhmad) secara khusyu. Baru saja membaca beberapa kalimat Ikrar Pemutus Perjanjian, maka tiba-tiba tangan si Bapak bergerak-gerak tak terkendali. Melihat reaksi tersebut maka saya kemudian memposisikan diri di belakangnya, memegang kepalanya sambil menjampi (meruqyah) denganmembaca ayat-ayat al-Qur’an. Reaksinya semakin kuat bahkan tubuhnya terkapar dan banyak mengeluarkan dahak/ingus dari lubang hidungnya. Melihat kondisi tersebut, semakin semangat saya meruqyahnya sampai dia meronta-ronta seraya berkata: “Ampun, ampun, ampun….” Selanjutnya, terjadi dialog sebagai berikut:
Saya: “Siapa kamu dan apa agamamu? Ada berapa jin dalam tubuh orang ini?”
Rojim: “Saya Rojim, saya Islam. Ada 2 jin”
Saya: “Kenapa kamu masuk ke dalam tubuh orang ini?”
Rojim: “Orang ini sudah mengambil banyak ikan di Kawah Gunung Galunggung”…
Saya: “Maafkan dia karena dia tidak tahu!”
Rojim: “Ya, saya mau memaafkannya, tapi hati saya masih sakit….”
Saya: “Maafkan dia karena Allah…. Memangnya siapa yang punya ikan-ikan tersebut?”
Rojim: “Allah…. Tapi saya masih sakit hati….(Sambil terus menangis)” (Masya Allah, Ini jin pendedam n lebay juga, ya)
Setelah dinasihati, akhirnya dia mau keluar juga….
Setelah si Bapak sadar maka kami pun sujud syukur bersama. Namun, saya masih curiga lalu saya ajarkan kepada nya Teknik Ruqyah Praktis (dari Ust. Adam Amrullah), yaitu membaca Ayat Kursyi dan 3Qul lalu ditiupkan ke telapak tangan dan diusapkan ke seluruh tubuh sebanyak 3 kali dengan niat Pembentengan, Pembakaran, dan Pembakaran. Saat dia mengusap dengan niat Pembakaran (Burning) maka tiba-tiba badannya bergetar kembali dan meronta-ronta lagi. (Masya Allah, Ini jin ngeleyeud juga n tukang kibul juga, ya)
Melihat kondisi tersebut, saya lanjutkan terus meruqyahnya sambil beberapa kali melakukan teknik cengkraman dan teknik tarikan (dari Ust. Perdana Akhmad). Si Rojim meronta dan menggelepar kepanasan sambil terus mengeluarkan dahak-dahak/ingus yang cukup banyak dari hidung. Akhirnya, dia bilang mau keluar tapi takut pulang, karena pulangnya jauh ke Gunung Galunggung. Saya yakinkan dia dan do’akan semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keselamatan sampai kembali ke tempat tinggalnya (Masya Allah, Ini jin cemen bangeud, berani ganggu n masuk ke tubuh orang, eh malah pulang aja takut. Takut pulang karena 1 jin temannya udah kabur duluan. Padahal banyak kendaraan loh, bisa naik ojek atau becak ke Gunung Galunggung). Selanjutnya, sebagai penguat saya tuntun dia membaca Sumpah/janji: “Demi Allah, saya akan keluar dari tubuh orang ini dan tidak akan kembali masuk dan mengganggu kepadanya atau orang lain. Kalau saya melanggar maka Allah dan para Malaikat akan melaknat saya….”
Alhamdulillah, setelah dibacakan Ayat Kursyi beberapa kali ditambah teknik tarikan keluar lewat mulut, akhirnya Si Rojim pun pulang kampung…. (Ntah naik apa, yang jelas ‘ga naik Busway, wallahu a’lam).
Setelah sekitar 1,5 jam berlalu, energi yang terkuras dan badan yang agak letih menjadi terasa lebih segar kembali tatkala melihat kebahagiaan dan senyuman yang terpancar dari raut wajah si Bapak. Bahkan kini dia bisa melangkah lebih gagah dengan genggaman tangan yang begitu kuat tatkala bersalaman sebelum pulang.
Innalhamdalillah, Laa haulaa walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adziim….

Pelajaran dari pengalaman di atas:
  • Ruqyah Syar’iyah adalah solusi islami bagi umat dalam mengatasi masalah pisik, psikis, dan non medis. Karena Al-Qur’an adalah penawar/obat bagi orang-orang yang beriman.
  • Jika mengalami penyakit yang aneh dengan gejala-gejala di atas, coba deteksi dengan ruqyah mandiri, misalnya membaca atau mendengarkan murottal ayat-ayat Ruqyah. Kalau tubuh terasa panas, sesak, dan terasa kedutan/merinding berarti itu mah gangguan non medis. Atau dekatkan telapak tangan ke mulut lalu bacakan QS. Al-Fatihah, Ayat Kursyi, dan 3Qul, dan tiupkan ke telapak tangan. Selanjutnya, tempelkan telapak tangan ke bagian tubuh yang sakit. Jika terasa panas yang tidak wajar, geser ke bagian tubuh yang lain. Jika rasa panasnya ikut bergeser maka itu indikasi penyakit non medis.
  • Pelajaran kisah ini bukan agar kita menjadi penakut saat berada di suatu tempat, termasuk tempat yang belum terjamah atau angker. Karena kita sebagai manusia adalah kholifah di muka bumi dan berhak memanfaatkan bumi dan seagla isinya untuk beibadah kepada Allah SWT. Yang perlu kita ingat adalah tempatkan rasa takut kita kepada Allah SWT semata dan ikuti contoh Rasulullah SAW bahwa Beliau mengajarkan kita semua agar membaca do’a perlindungan ketika berada di suatu tempat:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
“Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat kalimat-Nya yang sempurna,
dari setiapkejahatan makhluk-Nya.”
(H.R Muslim, An Nasa’i, At Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah)
  • Syetan/Jin jahat itu amat lemah. Ketika kita bacakan ayat-ayat Al-Qur’an, mereka akan terbakar kepanasan dan bahkan mati dengan idzin Allah.
  • Jangan terlalu percayai kata-kata jin, karena kebanyakan dari mereka pembohong.
  • Saat diruqyah, ada proses Detoksifikasi (proses pengeluaran racun-racun dari tubuh), misalnya berupa muntah-muntah atau keluarnya ingus/dahak dari hidung seperti kejadian di atas.
  • Awali proses ruqyah dengan pertaubatan dan terus berharap kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan dan perlindungan.
  • Tidak selamanya ruqyah harus menggunakan cara-cara keras secara fisik, tapi perlu juga dilakukan dengan nasihat atau cara-cara yang baik kepada Jin sebagai makhluk Allah. Kalau Jin kafir ajak agar masuk Islam dan suruh keluar. Sedangkan kalau muslim, nasihati bahwa yang dilakukannya itu salah dan suruh untuk keluar karena takut kepada Allah. Kalau masih bandel, baru boleh gunakan pukulan, teknik sembelih, dll.
  • Sebagai penguat, sebelum jinnya keluar maka minta agar dia bersumpah/janji.
  • Jika Jin Muslim dan namanya tidak baik, maka tawarkan atau ganti namanya dengan yang lebih baik, contoh: ROJIIM (Terkutuk) menjadi: ABDUL ROHIIM (Hambanya Allah Yang Maha Penyayang)

Readmore.....

Al-Quran Display

Mau nonton Film tentang "Kebesaran Allah SWT"?

Loading...
 

Mengenai Saya

Foto Saya
Rizal Dalil, M.Pd.I (Abu Abdillah)
Hamba Allah yang mengharap Cinta dan Ridho-Nya
Lihat profil lengkapku

Daftar Blog Saya

Pengikut

© 2009 Free Blogger Template powered by Blogger.com | Designed by Amatullah |Template Design