"Assalamu'alaikum Wr. Wb." Selamat Datang, di Blog Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Negeri 1 Kota Bogor. Created By: Rizal Dalil (Abu Abdillah)

Minggu, 03 Februari 2008

PROFIL SAYA

Nama : Rizal Dalil, S.Pd.I (Abu Abdillah)
Tempat/Tgl. Lahir : Bogor, 01 Agustus 1978
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Status : Suami dari seorang istri yang sholihah
Istri : Siti Sunarty
Pekerjaan : Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMPN 1 Bogor
Alamat : Jl. Dalurung I No. 62 RT. 03/07 Perum. Bantarjati, Bogor 16153    HP: 08179011926
Blog: http://www.pai-rizal.blogspot.com
E-mail: rizal.dalil@yahoo.com
Hobbi : Membaca, Menggambar, dan ICT
Motto Hidup : "Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah,
wafil aakhiroti hasanah, waqinaa adzaaban Naar."


PENGALAMAN
=======
====
*Riwa
yat Pendidikan:
  1. 1984-1990: SD Negeri 3 Bantarjati, Bogor
  2. 1990-1993: SMP PGRI 1 Kota Bogor
  3. 1993-1996: SMEA Negeri 1 Bogor (Jurusan Akuntansi)
  4. 2000-2004: S1 Pendidikan Agama Islam/PAI (Tarbiyah) di STAI Al-Hidayah, Bogor
  5. 2009-2004 : S2 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Bogor
*Riwayat Pekerjaan:
  1. 1996-1998: Sempat menganggur....
  2. 1998-2004: Marbot/pengurus Masjid "Baitus Salaam", Istana Bogor
  3. 2000-2004: Guru/kepala Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) An-Nuur, Perumnas Bantarjati Bogor
  4. 2004- ...... : Guru PAI SMP Negeri 1 Kota Bogor
*Riwayat Organisasi:
  1. 2000-2004: Ketua Ikatan Muda-mudi Masjid An-Nuur (IMMA), Perumnas Bantarjati Bogor
  2. 2007-2009: Seksi Bidang Inovasi Pembelajaran MGMP PAI SMP Kota Bogor
  3. 2010-...... : Sekretaris MGMP PAI SMP Kota Bogor
*KreasiQyu (Hak Cipta Milik Allah SWT):
  1. DVD Multimedia Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kota Bogor
  2. CD Dakwah "Jihad dan Air Mata Palestina"
  3. CD Dakwah "Faham dan Aliran Sesat di Indonesia"
  4. CD Training TIK/ICT untuk Pembelajaran
  5. Tutorial E-Learning SMPN 1 Bogor
  6. Tutorial Power Point Extra Plus (MGMP PAI dan BK SMP Kota Bogor)
  7. Breaking Ice Games dalam Pembelajan PAI SMP
  8. Metode ISLAMI-XL (Belajar dan Mengajar Lebih Bermakna & Menyenangkan)
  9. Sedang menggarap penelitian tentang Media Pembelajaran Berbasis ICT dan Penggunaan Huruf Jawi dalam Mapel PAI, Insya Allah....

========= ( O ) =========

”....Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya....”
Izinkanlah saya untuk menceritakan sebuah kisah nyata dari seorang hamba Allah yang dhoiif (lemah) nan faqiir (serba kekurangan), yang bingung dalam menapaki jalan kehidupannya. Hingga pada suatu saat datanglah pertolongan Allah yang begitu tidak disangka-sangka, tak terkira, serta begitu luar biasa. Mudah-mudahan dari kisah ini dapat mengambil pelajaran/ibroh tentang Kekuasaan dan Kasih Sayang Allah SWT.
Masa kecilnya ia lalui dengan perhatian dan kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya. Di keluarga besar itu, ia termasuk anak yang pendiam, terminder, pemalu, dan kuper (kurang pergaulan). Bahkan, saking pemalunya ia harus berdiam diri di kamar setiap ada tamu yang bertandang ke rumah. Sifat inilah yang menjadikan ia betah di rumah, tanpa banyak pengalaman dan bersosialisasi. Suatu sifat yang membentuk karakter yang pasrah begitu saja, menerima apa adanya dan pesimis.
Lingkungan sekolah pun tidak begitu banyak membantu dirinya dalam merubah diri dan mencari jati diri. Setelah lulus dari SD dan SMP, kemudian ia meneruskan sekolahnya di Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri Bogor. Ia lalui hari demi hari hanya dengan belajar dan berdiam di rumah. Tatkala teman-temannya sudah banyak yang berpacaran, ia hanya menjadi seorang anak yang ”baik” dan pemalu, tidak pernah berpacaran walaupun harus selalu menahan perasaan suka pada lawan jenisnya.
Dari segi agama, ia hanyalah seorang anak seperti kebanyakan anak yang lain. Anak yang jauh dari perilaku islami, jauh dari masjid, bahkan masih belum bisa membaca Al-Qur’an padahal sudah duduk di kelas 3 SMEA Negeri.
Tiga tahun pun ia lalui di SMEA, sampai tatkala ia telah lulus sekolah, ia hanya menjadi anak yang kebingungan menentukan arah dan cita-cita, anak yang hanya banyak berharap dapat bekerja di kantoran tanpa tahu persaingan di dunia yang nyata.
Walhasil, 2 tahun ia hanya menjadi pengangguran, hanya bisa berharap, menunggu, dan pasrah.
Sampai datanglah suatu saat dimana Allah memberikan hidayah-Nya, karena Ia lah Maha Pemberi Hidayah, Maha Kuasa, dan Maha Mengetahui Yang Terbaik bagi hambanya. Suatu malam, ia diundang untuk menghadiri rapat Ikatan Muda-Mudi Masjid An-Nuur (IMMA), Perumnas Bantarjati, Bogor. Adalah Kang Eman, seorang yang mendorong dan ”memaksa”nya sehingga di pertemuan tersebut ia dipilih sebagai Ketua IMMA Masjid An-Nuur Tahun 1998.
Amanah yang besar dan luar biasa bahkan di luar dari kebiasaan inilah yang mendorong ia untuk mengenal Islam lebih dalam lagi. Mulailah ia merasakan nikmat dan indahnya menuntut ilmu dari
beberapa ustadz, bahkan walaupun harus berjalan, menempuh jalan yang cukup jauh. Dalam proses pencarian jati diri dan "tholabul ilmi" nya tersebut, dia telah menimba cahaya Islam dari beberapa ustadz, di antaranya adalah sbb: Ustadz Abdul Hanan (Perumnas Bantarjati), Ustadz Reza (Hizbut Tahrir, Perumnas Bantarjati), Ustadz Ahmad Rofi'i, LC. (Cirebon), Ustadz Yazid Abdul Qodir Jawaz (Murid Syeikh Al-Utsaimin, Perumnas Bantarjati), dll.
Saat aktif di IMMA, kondisi itulah yang memaksanya untuk memberanikan diri bicara di muka umum, berorganisasi, walaupun tanpa wawasan dan pengalaman yang cukup. Bersama para remaja masjid yang lain, ia kemudian mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) An-Nuur. Saat itu ia menjadi sebagai guru dan sekaligus kepala TPA tersebut.
Pada tahun 1999, ia kemudian dimasukkan kerja oleh kakak iparnya sebagai Marbot (pengurus) Masjid ”Baitus Salaam”, Istana Bogor. Mulai jam 07.00 s.d 16.00 ia bekerja mengurus masjid, dan sore harinya, yaitu jam 16.30 s.d 15.30 ia harus mendidik dan mengajari ”IQRO” pada anak-anak TPA.

Kondisi inilah yang mendorongnya untuk lebih mengenal Islam secara mendalam. Hingga akhirn
ya pada tahun 2000, ia memberanikan diri untuk kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hidayah Bogor, walaupun masih kekurangan untuk biayanya. Bagaimana tidak, ia hanya mendapatkan gaji sebesar 150 s.d 200 ribuan dari pekerjaannya. Tapi Allah Maha Penolong, karena Alhamdulillah, ia tidak mengalami hambatan di dalam menyelesaikan kuliahnya itu.
Tahun 2004 adalah tahun yang begitu banyak kenangan dan perjuangan bagi hamba Allah yang lemah itu. Karena pada tahun tersebut ia berjuang untuk merubah jalan hidupnya. Bulan Juli 2004, Alhamdulillah ia dapat membahagiakan kedua orang tuanya dan menjadi kebanggaan bagi keduanya. Saat itu ia lulus kuliah sekaligus diwisuda, menjadi Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I).
Saat itu jugalah, ia kebingungan entah harus kerja/mengajar di manana karena tentunya tidaklah pantas seorang sarjana masih pasrah begitu saja dan ”kerasan” sebagai marbot. Ia pun berusaha melamar pekerjaan di beberapa tempat, seperti ke tempat Bimbingan Belajar (Bimbel), sekolah, bahkan ke pabrik. Namun ternyata semua jerih payahnya masih saja belum berhasil.
Subhanallah wal hamdulillah, di saat ia membutuhkan seorang pendamping hidup yang menjadi motivator dan pengingat di dalam dakwah, Allah pun mempertemukannya dengan seorang wanita sholihah nan sabar, yang menerima apa adanya. Pertemuan pertama terjadi tatkala wanita itu datang silaturrahim ke rumah bersama neneknya. Berawal dari itulah, kemudian kedua orang tuanya menjodohkannya dengan wanita sholihah itu. Wanita tersebut ibarat bunga melati, yang semerbak wanginya dan putih bersih warnanya. Dan yang lebih menarik dari wanita tersebut adalah ia memiliki ”inner beauty” . Bukan hanya cantik luarnya saja, tapi juga akhlaknya baik dan sholihah, Subhanallah, walhamdulillah, Allahu akbar....
Pada bulan Oktober 2004, ia pun mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Departemen Agama (DEPAG), Bogor. Saat itu dibuka penerimaan guru-guru agama, termasuk guru agama SMP. Ia tahu bahwa dirinya masih hijau, masih belum mempunyai banyak pengalaman dan wawasan. Namun, ia sadar bahwa kewajibannya hanyalah harus berusaha, Allah jualah yang menentukan. Ia yakin bahwa Allah akan senantiasa merubah nasib seorang hamba selama hamba tersebut berusaha merubah dirinya.
Namun sebelum mengikuti tes CPNS, ia harus masuk rumah sakit karena ia harus menjalani suatu operasi besar. Operasi untuk mengangkat keloid, suatu penyakit yang ia derita selama 4 tahun lamanya. Selepas operasi, ia hanya bisa terbaring lemas di atas tempat tidur selama + 2 bulan lamanya.
Saat tes CPNS pun tiba, dengan sekuat tenaga ia berusaha mengikuti tes tersebut, walaupun dengan kondisi badan yang masih lemah, luka bekas operasi yang belum kering dan masih diperban, bahkan walaupun harus diantar temannya untuk mengikuti tes tersebut. Ia coba mengikuti tes walaupun tanpa persiapan yang cukup.
Wallahi, demi Allah, kalau dia hanya mengandalkan kemampuan kecerdasan otaknya saja, maka dia tidak akan mungkin bisa berhasil dan lulus dalam tes tersebut. Bagaimana tidak, dalam tes CPNS itu diikuti ratusan pelamar, begitu banyak orang yang sudak berpengalaman mengajar, begitu banyak juga orang yang pintar. Bahkan sejujurnya, ia amat kesulitan tatkala mengerjakan soal-soal tes khusunya materi Matematika dan Bahasa Inggris. Namun, ia sadar bahwa kewajibannya hanyalah harus berusaha, Allah jualah yang menentukan takdir/nasib hambanya. Ia yakin bahwa Allah akan senantiasa merubah nasib seorang hamba selama hamba tersebut berusaha merubah dirinya.
Dua bulan setelah tes CPNS berlalu, dia berusaha datang ke kantor DEPAG Kota Bogor untuk melihat pengumuman hasil tes, walaupun masih dalam keadaan tubuh yang masih lemah dan luka operasi yang belum juga sembuh. Dengan harap-harap cemas ia melihat pengumuman yang ditempel di depan kantor DEPAG.
Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar....
Saat itu, hal yang tak diduga sebelumnya terjadi. Ia mendapatkan namanya tertulis di daftar nama-nama yang lulus tes CPNS. Padahal begitu banyak orang yang pintar, begitu banyak orang yang mempunyai pengalaman mengajar, apalagi untuk kuota guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP hanyalah untuk 3 orang saja. Alhamdulillah, namanya termasuk dari 3 guru PAI SMP yang diterima dari ratusan pelamar.
Perasaan kaget, bahagia, dan haru pun bercampur. Tak terasa air mata berlinang membasahi pipinya tatkala ia bersujud syukur.
Awal bertugas mengajar di SMPN 1 Bogor adalah pengalaman pertama baginya dalam dunia pendidikan selepas ia lulus dari kuliahnya. Ibarat daun yang masih amat hijau, ia tidak memiliki banyak pengalaman. Namun, alhamdulillah, ia banyak belajar dari guru-guru lainnya bahkan dari anak didiknya.
Amanah yang begitu berat dan besar dari Allah, untuk mendidik anak didiknya agar mengenal Islam sebagai pedoman hidupnya. Alhamdulillah, Allah senantiasa memberikan kekuatan dan bimbingan-Nya di dalam mengemban amanah tersebut.
Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar....
Bulan September 2005 adalah bulan yang tak akan pernah terlupakan. Tepatnya pada tanggal 4 September 2005, Allah menyatukan dua insan di dalam ikatan yang suci murni, yaitu ikatan pernikahan. Pada saat itulah, dia menikahi Siti Sunarty, seorang wanita yang sholihah yang ternyata sebenarnya ada ikatan keluarga, yaitu keponakan jauhnya.
Allah m
emberikannya begitu banyak kemudahan, sehingga ia dapat menunaikan sunnah Rasulullah SAW, yaitu menyempurnakan agamanya dengan menikahi seorang yang sholihah, seorang ibu dari anak-anaknya, seorang pendamping hidup di Dunia dan Akhirat kelak, Amiin....
Kini saya semakin yakin seyakin-yakinnya, bahwa Allah itu Maha Pengasih, Maha Kuasa, Maha Tahu yang terbaik bagi hambanya. Saya yakin dengan seyakin-yakinnya, bahwa selama kita bertaqwa, mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya maka Ia akan memberikan jalan keluar dan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Firman Allah SWT:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
....Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
(QS. Ath-Tholaaq [65]: 2-3).


9 komentar:

  1. subhanallah....tidak sengaja saya membaca...tapi jadi keasyikan tersendiri dan terurai air mata, Alhamdullilah perjuangan bapa benar2 mengharukan tapi perjuangan itu belum berakhir....terus semangat yah.

    BalasHapus
  2. Masya Allah, perjuangan yang dilaksanakan dengan ikhlash menghasilkan segalanya yang indah. selamat dan berjuang terus. Fastabiqul Khairat.... semoga Ridla Allah senantiasa menyertai Bapak.
    Tapi Ingat Pak... Jangan Lupa Buat Blog MGMP PAI. Kalo Bapak Gak Berani omomng sama ketua biar saya yang ngomong. saya yakin ketua sangat setuju. Amiin Bahkan Bapak Perlu ngajarin semua guru agama untuk bisa bikin blog agar bisa menjalin shilaturrahmi di dunia maya.

    BalasHapus
  3. To My best friends, Bpk. Rudie Sulaeman dan Bpk. Putra Purnama:
    Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Terima kasih atas komentarnya. Mudah-mudahan kisah dari seorang hamba yang dhoif ini dapat menjadi pelajaran khususnya bagi pribadi dan bagi orang lain tentang KEKUASAAN DAN SIFAT PEMURAHNYA ALLAH SWT.
    Memang perjalanan dan perjuangan saya dan kita semua masih belum berakhir dan teramat panjang, jadi kita harus tetap semangat, Fastabiqul Khoirot, sebagai bekal untuk kehidupan setelah mati.
    Karena kesuksesan sejati adalah mendapat ridho-Nya dan ketika nanti kita masuk ke dalam Surga, Jannatun Na'im, tempat segala kenikmatan, Amiiin....
    Sekali lagi semangat yach, ALLAHU AKBAR !!!!!.....
    Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
    Rizal Dalil

    BalasHapus
  4. Assalammualaikum, bapak, saya gak senaja lihat ke bagian bawah profil setelah melihat no hp bapak!!

    saya hampir nangis melihat cerita tsb!!

    sungguh!! alhamdullilah, bapak dapat meneruskan cita2 bapak sebagai guru PAI!!

    Wassalammualaikum Wr. Wb.

    BalasHapus
  5. Subhanallah.......
    Haaaampiir aja nagis pak.
    Iseng-iseng baca eeeh jadi terharu deh.
    memang kasih sayang Allah takkan ada habisnya.
    Allahuakbar!!!!

    -YAZID AMIRUL FAHMI-

    BalasHapus
  6. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Menarik sekali kisah hidup Bapak. Inspiring true story. Saya bisa banyak belajar tentang kehidupan ini dari Bapak, walaupun ketika Bapak lahir saya sudah jadi guru. Secara keseluruhan blog ini sangat menarik. Kurang dari sebulan lalu saya pun ikut-ikutan ngeblog dengan tampilan seadanya, bahkan kurang layak tayang.Tapi keinginan yang kuat memaksa saya merambah dunia maya.
    Tentu saya berharap dapat belajar banyak dari Bapak tentang blogging ini.Dan bila sempat saya tunggu kunjungan Bapak.
    Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum wr.wb.

    BalasHapus
  7. To Ust. Abdul Aziz:
    Wa'alaikumussalam W.Wb.

    Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemudahan bagi sehingga dapat bersilaturrahim walaupun di Dunia Maya ini.
    Sebenarnya kehidupan ini adalah ujian. Semua orang memiliki kisah & perjalanan hidup yang mengandung di dalamnya ujian sekaligus pelajaran bagi kita semua. Dan beruntunglah orang yang dapat mengambil hikmah dan pelajaran tersebut.
    Semoga Blog ini dapat bermanfaat dan menjadi media dakwah dan silaturrahim di antara kita. Saya amat senang sekali bisa saling berbagi ilmu kapanpun dan dimanapun....
    So... terus semangat ya pak, dalam belajar 'n ngeBLOG....
    By the way, makacih ya pak 'dah mampir 'n silaturrahim.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    BalasHapus
  8. تحيات والمعلمين، وهذا العمل مفتاح مع أصدقاء كانوا يبحثون عن السجن الذي انتهى في صورة الأب دخول بلوق الأب.

    نقرأ قصة الأب، يناضل الأب حتى يومنا هذا. انتقلنا يا سيدي ... روح يستمر

    BalasHapus

Al-Quran Display